Press Release Program Dakwah Mingguan TAMASYA (Ta’lim Ama MAulid SYabtu Ahad) Putaran 162 di Mushola Al Maskup, kediaman Ibu Eras

PRESS RELEASE

Tamasya (Ta’lim Maulid Sabtu Ahad) Putaran ke-162, Mushola Al Maskup, Kediaman Ibu Eras
Sabtu, 18 April 2026

*Bogor, Jawa Barat* – Kegiatan rutin Tamasya (Ta’lim Maulid Sabtu Ahad) kembali terlaksana dengan penuh khidmat pada putaran ke-162,
Bertempat di Mushola Al Maskup, kediaman Ibu Eras.
Acara ini dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan yang dengan antusias mengikuti rangkaian majelis ilmu.

Selaku tuan rumah, Ibu Eras menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena rumahnya dapat dijadikan tempat berlangsungnya majelis ilmu. Beliau dikenal sangat terbuka dan berharap kegiatan Tamasya ini dapat terus berjalan secara istiqamah serta membawa keberkahan di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut,

Ustadz Abdurohim turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga berbagi pengalaman mengenai pentingnya pendidikan agama sejak dini, dengan mencontohkan keterlibatan anaknya dalam kegiatan Pesantren Kilat (Peskil) di Pondok Pesantren Darul Futuh.

Pada Tamasya kali ini, hadir dua penceramah yang menyampaikan tausiyah penuh makna.

* Penceramah pertama, Abu Zahwa dari program Prostadz (Proses Jadi Ustadz), membawakan kajian hadis dari Shahih al-Bukhari nomor 3336: عَنِ الأَرْوَاحِ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ. Artinya: “Ruh-ruh itu seperti tentara yang dihimpun. Yang saling mengenal akan saling cocok (bersatu), dan yang saling tidak mengenal akan berselisih.” Dalam penjelasannya, beliau menekankan bahwa kebersamaan dalam majelis ilmu bukanlah suatu kebetulan, melainkan karena adanya keterikatan ruh yang saling mengenal, sehingga dipertemukan kembali dalam kebaikan.

* Penceramah kedua, *Kyai Ahmad Said* dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk merenungi arah perjalanan hidup. Beliau menegaskan bahwa setiap manusia sedang menuju satu tujuan akhir, yaitu antara surga atau neraka. Semakin seseorang mendekat kepada surga, maka semakin ia menjauhi neraka, dan sebaliknya. Beliau juga mengingatkan pentingnya muhasabah (evaluasi diri), khususnya bagi jamaah yang telah mengikuti Tamasya hingga ratusan kali, agar senantiasa bertanya dalam diri: “Apa yang telah bertambah dalam diri kita?” Dalam kajiannya, beliau juga menukil penjelasan dari Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Sholihin terkait perbedaan riwayat sebab turunnya ayat. 4.An-Nisā : 129

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا
وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Disebutkan adanya perbedaan antara riwayat yang menyebut Sa’d bi Rabi’ dengan istrinya Amrah, dan riwayat lain yang menyebut Rafi’ bin Khudaij dengan istrinya Khawlah binti Muhammad bin Maslamah.
Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa dalam menuntut ilmu, tidak cukup hanya bersandar pada satu sumber, melainkan perlu memperkaya referensi agar mendapatkan pemahaman yang lebih valid dan mendalam.
Kegiatan Tamasya putaran ke-162 ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar majelis ini senantiasa menjadi wasilah kebaikan, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan keimanan seluruh jamaah.

Dan kami selaku Penanggung Jawab Kegiatan Tamasya Berterima Kasih Sebesar-besarnya Kepada Para Pendukung Acara, yang Sudah Terlibat sebagai Donatur, Membantu Dengan Tenaga, Doa dan Lain Sebagainya,

Dan Kami Juga Selaku Penanggung Jawab juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Minggu yang akan datang.

Untuk informasi lebih lanjut:

Konfirmasi Pengajuan Tempat

Penanggung Jawab Tamasya
Yogi Setiawan
(089638202536)

Infaq Acara Transfer Ke :
BSI ( Bank Syariah Indonesia)
A/n Majlis Ta’lim Darul Futuh
7755777883
( Konfirmasi ke Nomor WA diatas)

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Facebook
Twitter
LinkedIn

Kategori Terpopuler

Kategori Nasehat

Scroll to Top