Kyai Ahmad Sa’id: “20 Tahun Belajar, 20 Tahun Mengajar, Baru Siap Berdakwah”
Bogor, 4 Juli 2026 – Puluhan jamaah menghadiri TAMASYA (Ta’lim dan Maulid Sabtu/Ahad) Putaran ke-173 yang diselenggarakan pada Sabtu (4/7/2026) di TK Tunas Permai, Sawah Baru, Laladon, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang dipusatkan di lembaga pendidikan anak usia dini tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan dihadiri para asatidz, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum. Acara ini terselenggara atas dukungan tuan rumah Bapak Andri dan Ibu Ami.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Tartibul Fatihah, pembacaan Maulid Simthud Durar, sambutan tuan rumah, penampilan Prostadz (Program Jadi Ustadz), serta tausiyah yang disampaikan oleh narasumber utama, Kyai Ahmad Sa’id, Pimpinan Majelis Taklim dan Pondok Pesantren Darul Futuh.
Dalam sambutannya, Bapak Andri menyampaikan apresiasi terhadap Program TAMASYA yang dinilai menjadi sarana memperkuat ukhuwah sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan Islam sejak usia dini. Ia berharap ke depan Program TAMASYA dapat berkolaborasi dengan lembaga pendidikan yang sedang dikembangkannya, sehingga pendidikan dasar seperti calistung dapat dipadukan dengan pembelajaran keislaman, tahsin Al-Qur’an, hingga berkembang menjadi program tahfiz Al-Qur’an. Menurutnya, kehadiran majelis ilmu merupakan langkah awal yang baik dalam menghadirkan keberkahan bagi lembaga pendidikan maupun masyarakat sekitar.
Pada sesi pertama, Ustadz Marfudin menyampaikan kajian mengenai kemuliaan nasab Rasulullah ﷺ berdasarkan hadis-hadis sahih. Beliau menjelaskan bahwa Allah SWT memilih Nabi Muhammad ﷺ melalui jalur keturunan yang paling mulia, mulai dari keturunan Nabi Ismail, Bani Kinanah, Quraisy, Bani Hasyim, hingga akhirnya Allah memilih Rasulullah ﷺ sebagai penutup para nabi. Kajian tersebut menegaskan bahwa kemuliaan Rasulullah ﷺ merupakan pilihan langsung dari Allah sebagai bentuk penghormatan terhadap utusan-Nya.
Sementara itu, dalam tausiyah utamanya, Kyai Ahmad Sa’id mengangkat tema besar mengenai krisis pemahaman terhadap proses pendidikan Islam. Menurut beliau, pendidikan bukan sekadar proses mengajar, tetapi perjalanan panjang yang memiliki tujuan akhir, yaitu melahirkan manusia yang mengenal Allah SWT, mengamalkan ilmu, mengajarkannya, serta mampu berdakwah kepada masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa para ulama telah memberikan standar yang jelas mengenai proses pembentukan seorang pendidik. “Dua puluh tahun belajar, dua puluh tahun mengajar, kemudian baru berdakwah secara luas di tengah masyarakat,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.
Kyai Ahmad Sa’id juga mengingatkan bahwa banyak persoalan pendidikan Islam saat ini muncul karena tidak adanya pemahaman terhadap tahapan pembelajaran. Beliau mengibaratkan proses pendidikan seperti proses menanam padi maupun membangun sebuah rumah yang harus dilakukan secara bertahap. Tanpa fondasi yang kuat, ilmu hanya akan menjadi keterampilan yang tidak mampu membentuk kepribadian dan akhlak seseorang.
Beliau juga mendorong para orang tua agar memahami jenjang pendidikan agama anak-anaknya. Menurutnya, pendidikan Islam memiliki tingkatan sebagaimana pendidikan formal, mulai dari dasar hingga tingkat tinggi. Oleh sebab itu, pemilihan lembaga pendidikan hendaknya tidak hanya melihat nama pesantren, tetapi juga memperhatikan kitab-kitab yang dipelajari sebagai indikator jenjang keilmuan.
Dalam penjelasannya, Kyai Ahmad Sa’id turut menguraikan klasifikasi kitab-kitab fikih dalam Mazhab Syafi’i beserta tingkatan para ulama, mulai dari mujtahid mutlak, mujtahid mazhab, hingga mujtahid fatwa. Pemahaman terhadap jenjang keilmuan tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak keliru dalam menilai kualitas pendidikan maupun kompetensi seorang guru.
Beliau juga mengkritisi munculnya berbagai program pendidikan yang dinilai terlalu instan dalam mencetak kader ulama tanpa memperhatikan proses pembinaan ilmu yang berjenjang. Menurutnya, mencetak ulama membutuhkan waktu panjang, sistem pendidikan yang benar, guru yang kompeten, serta kesinambungan antara setiap jenjang pendidikan.
Melalui penyelenggaraan TAMASYA Putaran ke-173 di lingkungan lembaga pendidikan, diharapkan semakin tumbuh sinergi antara majelis taklim, keluarga, dan institusi pendidikan dalam membangun generasi Islam yang berilmu, berakhlak, serta memiliki fondasi keagamaan yang kokoh sejak usia dini.
Program TAMASYA (Ta’lim dan Maulid Sabtu/Ahad) sendiri merupakan agenda dakwah rutin Majelis Taklim Darul Futuh yang diselenggarakan secara bergilir dari satu wilayah ke wilayah lainnya sebagai media mempererat silaturahmi, memperluas syiar Islam, serta menghadirkan kajian ilmiah yang berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan khazanah keilmuan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Dan kami selaku Penanggung Jawab Kegiatan Tamasya Berterima Kasih Sebesar-besarnya Kepada Para Pendukung Acara, yang Sudah Terlibat sebagai Donatur, Membantu Dengan Tenaga, Doa dan Lain Sebagainya,
Dan Kami Juga Selaku Penanggung Jawab juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Minggu yang akan datang.
Untuk informasi lebih lanjut:
Konfirmasi Pengajuan Tempat
Penanggung Jawab Tamasya
Yogi Setiawan
(089638202536)
Infaq Acara Transfer Ke :
BSI ( Bank Syariah Indonesia )
A/n Majlis Ta’lim Darul Futuh
7755777883
( Konfirmasi ke Nomor WA diatas)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Klo Mau Lebih Lengkapnya Mari Nonton Link di bawah ini 👇