Bogor, 25 Juli 2026 – Semangat menuntut ilmu agama terus terjaga melalui kegiatan TAMASYA (Ta’lim dan Maulid Sabtu/Ahad) Putaran ke-176 yang digelar pada Sabtu (25/7/2026) di kediaman Bapak H. Harnious, Jalan Batu Hulung 3 No. 6A, Bogor. Kegiatan yang dihadiri puluhan jamaah ini kembali menjadi ruang silaturahmi, pembelajaran, sekaligus penguatan nilai-nilai istiqamah dalam kehidupan seorang Muslim.
Rangkaian acara diawali dengan Tartibul Fatihah, pembacaan Maulid Simtudurror, tahlil dan doa, dilanjutkan sambutan tuan rumah, penampilan Prostadz (Proses Menjadi Ustadz), serta kajian Kitab Riyadhus Shalihin yang disampaikan oleh Kyai Ahmad Sa’id, Pimpinan Majelis Taklim dan Pondok Pesantren Darul Futuh.
Dalam sambutannya, Bapak H. Harnious mengungkapkan rasa syukur karena majelis kembali terselenggara di kediamannya setelah beberapa tahun terhenti akibat pandemi Covid-19. Ia juga mengaku terharu karena banyak santri lama yang kembali hadir setelah sekian lama tidak berjumpa.
“Kehadiran seluruh jamaah merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Semoga setiap langkah menuju majelis ilmu menjadi sebab Allah memudahkan jalan menuju surga,” ungkapnya, seraya mengingatkan hadis Rasulullah ﷺ tentang keutamaan menempuh jalan untuk mencari ilmu.
Pada sesi pembuka, Kang Heru menyampaikan kajian hadis tentang amalan yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya, yaitu amalan yang dilakukan secara istiqamah meskipun sedikit. Mengutip riwayat dari Ummul Mukminin Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma, beliau menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ senantiasa menjaga amal yang telah beliau lakukan tanpa memutuskannya.
Kajian tersebut menegaskan bahwa keberlangsungan amal akan melahirkan keikhlasan, muraqabah kepada Allah, serta pahala yang jauh lebih besar dibandingkan amalan yang banyak namun dilakukan secara terputus-putus.
Sementara itu, dalam tausiyah utamanya, Kyai Ahmad Sa’id mengajak jamaah untuk menjadikan istiqamah sebagai kunci utama dalam perjalanan hidup seorang Muslim.
“Bil istiqāmah nahshulu husnal khātimah. Dengan istiqamah, insya Allah kita akan memperoleh husnul khatimah.”
Beliau mengingatkan bahwa perjalanan Tamasya yang kini telah memasuki putaran ke-176 merupakan bukti nyata bahwa dakwah hanya dapat bertahan dengan keistiqamahan. Bahkan, apabila dihitung sejak masa program sebelumnya yang bernama Turja, perjalanan majelis ini telah berlangsung lebih dari dua ratus pertemuan.
Mengutip sabda Rasulullah ﷺ:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Kyai Ahmad Sa’id menegaskan bahwa tanda seseorang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan adalah diberi pemahaman yang benar terhadap agama. Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, tidak ada lagi alasan bagi seorang Muslim untuk tidak mengenal Al-Qur’an, hadis, para ulama, maupun khazanah keilmuan Islam yang begitu luas.
Beliau juga mengingatkan pentingnya melakukan tabayyun terhadap setiap ilmu yang diterima dengan merujuk kepada kitab-kitab para ulama dan bertanya kepada guru yang memiliki sanad keilmuan, sehingga masyarakat tidak mudah menerima informasi agama tanpa dasar yang jelas.
Pada sesi kajian Kitab Riyadhus Shalihin, pembahasan memasuki Hadis Nomor 281 tentang hak-hak suami terhadap istri. Kyai Ahmad Sa’id menjelaskan hadis tersebut secara komprehensif melalui perbandingan riwayat dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, hingga penjelasan para ulama syarah hadis.
Beliau menekankan pentingnya memahami hadis secara utuh dengan memperhatikan seluruh riwayat yang berkaitan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menetapkan hukum. Menurutnya, perbedaan lafaz dalam berbagai riwayat justru menunjukkan kekayaan metodologi para ulama dalam memahami sunnah Rasulullah ﷺ.
Selain mengulas kandungan hadis, Kyai Ahmad Sa’id juga memperkenalkan jamaah kepada metode para muhaddits dalam meneliti sanad, membandingkan manuskrip, serta mengkaji syawahid (hadis-hadis pendukung), sehingga jamaah dapat memahami bahwa ilmu hadis dibangun di atas penelitian yang sangat teliti dan ilmiah.
Melalui Tamasya Putaran ke-176 ini, jamaah tidak hanya memperoleh ilmu fikih dan hadis, tetapi juga motivasi untuk terus menjaga istiqamah dalam menghadiri majelis ilmu, memperdalam pemahaman agama, dan mengamalkan ajaran Islam secara berkesinambungan.
Majelis ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga keberlangsungan majelis ilmu ini serta mengaruniakan kepada seluruh jamaah ilmu yang bermanfaat, amal yang istiqamah, dan husnul khatimah.
“Amalan yang sedikit namun dilakukan secara terus-menerus lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak tetapi terputus.” Semangat inilah yang menjadi ruh perjalanan Tamasya selama bertahun-tahun dan terus menginspirasi jamaah untuk berjalan di atas jalan ilmu dan istiqamah.
Dan kami selaku Penanggung Jawab Kegiatan Tamasya Berterima Kasih Sebesar-besarnya Kepada Para Pendukung Acara, yang Sudah Terlibat sebagai Donatur, Membantu Dengan Tenaga, Doa dan Lain Sebagainya,
Dan Kami Juga Selaku Penanggung Jawab juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Minggu yang akan datang.
Untuk informasi lebih lanjut:
Konfirmasi Pengajuan Tempat
Penanggung Jawab Tamasya
Yogi Setiawan
(089638202536)
Infaq Acara Transfer Ke :
BSI ( Bank Syariah Indonesia )
A/n Majlis Ta’lim Darul Futuh
7755777883
( Konfirmasi ke Nomor WA diatas)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Klo Mau Lebih Lengkapnya Mari Nonton Link di bawah ini 👇